Tentang Judi Online Di Beberapa Negara

Seperti namanya, judi online merupakan suatu kegiatan perjudian yang dilakukan secara online. Judi online memiliki banyak bentuk, diantaranya ada judi olahraga, poker online, casino online, dan masih banyak lagi. Intinya, judi online memungkinkan orang untuk memasang taruhan secara online.

Cara kerja judi online cukup sederhana, pertama-tama penjudi harus memasang uang taruhan sesuai jumlah yang ditentukan. Biasanya jumlah uang ini bebas ditentukan oleh si penjudi hanya saja ada jumlah minimalnya, dan semakin besar jumlah uang yang ditaruhkan, semakin besar juga jumlah uang yang akan diterima si penjudi jika ia menang. Jumlah uang yang dipertaruhkan ini biasanya disebut “stake”.

Setelah uang taruhan tersebut dipasang, langkah selanjutnya adalah memilih sisi yang akan ditaruhkan (misalnya tim olahraga) atau mulai bermain melawan penjudi lainnya secara online (poker, bingo, black jack, dan masih banyak lagi). Biasanya penjudi akan mendapatkan “odds” atau pertanda naik turunnya status sebuah tim sehingga ia bisa lebih tepat dalam memilih tim yang akan dipertaruhkan. Selanjutnya, hasil dari perlombaan atau permainan judi tadi akan diumumkan secara online. Jika si penjudi menang, uang taruhan di awal akan dikembalikan. bersamaan dengan uang hasil dari kemenangannya, namun jika ia kalah, maka ia tidak akan menerima apa-apa dan uang yang ia taruhkan di awal tidak akan dikembalikan.

Sejarah dari judi online sendiri sudah sangat panjang. Casino online pertama ada pada tahun 1994, jauh sebelum Google (1998) dan Facebook (2004) diluncurkan. Judi online terus berkembang pesat seiring dengan perkembangan teknologi dan pasar online. Bahkan pada tahun 2015, pasar judi online diperkirakan bernilai hampir 38 miliar dollar Amerika atau setara dengan 216 miliar rupiah dan bernilai sekitar 385 miliar dollar amerika atau setara dengan 538,5 miliar rupiah. Saat ini lebih ada dari 60 negara di seluruh dunia yang melegalkan judi online yang tentu saja diatur dalam serangkaian peraturan efektif dari pemerintah. Peraturan ini bermanfaat untuk melindungi konsumen, mengatur pajak, menjaga perjudian bebas dari kejahatan, dan mempertahankan integritas olahraga. Peraturan ini meliputi pengoperasian model lisensi, pengaturan anti pencucian uang, alat perjudian yang bertanggung jawab, sistem perpajakan yang layak, dan prosedur integritas taruhan olahraga. Negara-negara yang melegalkan perjudian online diantaranya : Australia, Kanada, Prancis, Jerman, India, Polandia, Rusia, dan beberapa negara di Amerika Serikat.

Di Indonesia sendiri, judi online masih dianggap sebagai tindakan ilegal dan sangat dilarang oleh pemerintah, bahkan ada hukuman pidana untuk siapapun yang masih berani melakukannya. Hukuman ini tidak hanya diberikan kepada mereka yang melakukan kegiatan berjudi atau disebut sebagai penjudi, namun juga diberikan kepada mereka yang membuka atau memungkinkan dapat diaksesnya situs perjudian online tersebut. Pidana yang dijatuhkan adalah penjara maksimal selama 6 tahun dan/atau denda maksimal sejumlah 1 miliar rupiah. Lalu pasti ada alasan dibalik keputusan dari pemerintah beberapa negara yang melegalkan perjudian online. Alasan yang pertama adalah besarnya tingkat pendapatan pajak dari perjudian online ini (sama hal-nya seperti pendapatan pajak rokok di Indonesia) sehingga pemerintah memutuskan untuk melegalkan perjudian online ini. Alasan lainnya adalah untuk menarik minat wisatawan agar berkunjung ke negara tersebut. Namun, ada juga kekurangan dari kebijakan melegalkan perjudian online, salah satunya adalah ketagihan atau kecanduan yang timbul dari perilaku ini yang akhirnya dapat membuat hidup masyarakat terpuruk jika ia tidak dapat berhenti.

Related Post

RSS
Follow by Email
Facebook
Twitter
YouTube
Pinterest
LinkedIn
WeChat